Tentang Kami

Sejarah Singkat

Jaringan Kerjasama Antar Umat Beragama (JAKATARUB) bermula dari serangkaian workshop tentang keberagaman dan toleransi yang diadakan Institute for Culture and Religion Studies (INCReS) dan Masyarakat Dialog Antar Agama (MADIA) pada 10-12 November 2000 di Pesantren Al-Wasilah, Garut dan pada 20-22 April 2001 di Vihara Vipassana Graha, Lembang.

Workshop ini muncul dari niatan para tokoh agama serta budayawan nasional dan Jawa Barat yang disokong oleh alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tujuan diadakannya workshop adalah demi mendorong kerukunan agama dalam konteks pengenalan yang mendalam sekaligus kerja sama yang strategis. Sambutan pun sangat luas. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin agama dan kaum muda dari berbagai komunitas keagamaan di Jawa Barat. Para peserta ini kemudian bersepakat untuk membentuk suatu jaringan kerja antar umat beragama. Pada 12 Mei hingga 30 Juni 2001 diadakan beberapa kali pertemuan berkala yang difasilitasi Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Bandung untuk mendiskusikan pendirian jaringan tersebut.

Nama JAKATARUB dipilih selain karena merupakan akronim dari Jaringan Kerja Antar Umat Beragama, juga homonim dengan nama tokoh dalam mitologi Jawa: Jaka Tarub. Analogi yang ingin ditekankan adalah sebagaimana Jaka Tarub mengintip para bidadari yang turun dari Kahyangan, umat beragama di Indonesia perlu untuk berani ‘mengintip’ satu sama lain demi menghadirkan kerukunan dan perdamaian dalam pengenalan yang mendalam.

Visi dan Ciri Jaringan

JAKATARUB bertujuan untung menghadirkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama dengan pengenalan yang mendalam antar satu sama lain. Jaringan ini menekankan pergerakannya pada bidang budaya dan penguatan kesadaran masyarakat. JAKATARUB bersifat independen, tidak berafiliasi dengan partai poltik atau ada di bawah lembaga lainnya.

Fokus Jaringan

Mulai 2014 JAKATARUB memusatkan semua aktivitas dan produknya pada tema:

  • Diskusi teologis
  • Elaborasi Seni dan Budaya
  • Kampanye Media
  • Pengayaan Konsep dan Wawasan Kebangsaan

Keempat tema ini bertujuan untuk memperluas serta memperdalam pemaknaan toleransi di berbagai segmen masyarakat dengan melibatkan banyak komunitas dan invididu dalam mengerjakannya.

Mitra Jaringan

Saat ini JAKATARUB telah bermitra aktif dengan 10 Lembaga Keagamaan, 11 Lembaga/komunitas kebudayaan dan beberapa lembaga swadaya masyarakat serta lembaga pendidikan.