14
JUN
2016

Sinta Nuriyah Prihatin Kondisi Toleransi Indonesia

Sinta-Nuriyah-Prihatin Kondisi-Toleransi-Indonesia

Sejak tahun 2001, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid rutin mengadakan acara buka puasa dan sahur keliling bersama. Tempatnya berbeda-beda setiap tahun, kali ini Bandung menjadi tempat yang dipilih Shinta untuk mengadakan dialog dengan tema “Dengan Berpuasa Kita Tingkatkan Kearifan dan Keteguhan Iman”.  Acara yang berlangsung di Pendopo Papuri Bandung pada (10/06) ini terlaksana atas kerjasama berbagai lembaga seperti Jakatarub, Puan Amalhayati, Percik Insani, Keuskupan Bandung, Mojang Jajaka Bandung, Gereja Kristen Pasundan (GKP), dan lainnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai perwakilan mulai dari warga setempat, kaum duafa, buruh pabrik, maupun perwakilan organisasi keagamaan dan tokoh keagamaan, Shinta menjelaskan mengenai makna berpuasa. Menurut Shinta, tujuan berpuasa bagi kaum muslimin yaitu agar mencapai takwa, salah satunya dapat diwujudkan dalam bentuk saling menghargai antar sesama manusia. Ia juga menyoroti fenomena dekadensi moralitas serta meningkatnya intoleransi dalam masyarakat Indonesia.

“Banyak kejadian juga manuver politik yang membuat masyarakat risau, bingung, bahkan akhirnya terjebak dalam fanatisme kelompok yang dapat mengancam kerukunan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujar istri dari mantan presiden Indonesia keempat tersebut.

Bagi Sinta, kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk dan beragam merupakan bentuk dari kebhinnekaan Indonesia, yaitu negara yang terdiri dari berbagai latar belakang berbeda, baik itu perbedaan suku, ras, agama, golongan dan lainnya.

Sinta-Nuriyah-Prihatin-Kondisi-Toleransi-Indonesia-jakatarub“Kita semua bersaudara, karena itu dalam acara ini saya mengajak berbagai komponen masyarakat di Indonesia baik yang beragama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Bahai, Kong Hu Cu, Penghayat Kepercayaan, dengan harapan sebagai tempat untuk bersilaturahmi, karena mereka semua adalah anak bangsa Indonesia” ungkap perempuan yang gencar menyerukan perdamaian antar-umat beragama ini.

Sinta menjelaskan acara yang telah rutin diadakan setiap tahun ini bertujuan untuk merekatkan kembali kerukunan antar umat beragama yang baginya dianggap satu. Acara buka puasa bersama ini kemudian dilanjutkan dengan sahur keliling di Dusun Girang Arjasari Banjaran Bandung pada Sabtu (11/06).