28
MAR
2016

Menjenguk Keberagaman di Ekskursi National Student Peace Camp (NSPC) 2016

Vihara Satya Budhi

Peserta National Student Peace Camp 2016 bersama Pengurus Pemuda Buddha Vihara Satya Budhi

Bandung, 19 Maret 2015. Sekitar limapuluh peserta National Student Peace Camp (NSPC) 2016 melakukan ekskursi (kunjungan pembelajaran) ke sejumlah rumah ibadah yang ada di Kelurahan Cibadak, Kec. Astana Anyar, Bandung.

Ada kesibukan tersendiri saat JAKATARUB diminta membantu ekskursi bagi peserta NSPC 2016. Acara kamp yang difasilitasi Pusat Kajian Kebhinnekaan dan Perdamaian (PKKP) Universitas Kristen Maranatha ini, ternyata dihadiri oleh sejumlah mahasiswa/i Kampus Kristiani dari berbagai kota di Indonesia. Sebagian besar peserta belum pernah sama sekali berkesempatan mengunjungi rumah ibadah umat yang berbeda dengan mereka. Maka JAKATARUB melihat pentingnya pengalaman ekskursi. Suatu pembiasaan dengan bertemu langsung dan mengkonfirmasi sejumlah prasangka, serta membangun silaturahmi. Peserta pun diajak terlibat dalam darma wisata multireligi.

Ruas jalan di kitaran Jalan Astana Anyar, Cibadak, Klenteng dan Waringin di Bandung memang terkenal dengan kemajemukan umat beragamanya. Jalur ini sering disebut sebagai Jalur Bhinneka oleh Keluarga Besar JAKATARUB. Sudah beberapa kali pula Jalur Bhinneka dijadikan area kunjungan untuk pembelajaran keberagaman oleh JAKATARUB dan sejumlah mitranya. Di jalur ini bisa dijumpai beberapa mesjid, gereja, vihara, klenteng (tempat ibadah Tridharma), kong miao (tempat ibadah khusus umat Khong Hu Cu), taokwan (tempat ibadah khusus umat Tao), tak ketinggalan sejumlah tempat berkumpul umat lain seperti NSI, SAKKHI (Hare Khrsna), dll.

IMG_6765

Peserta NSPC 2016 berfoto bersama Pengurus Mesjid An-Nashir.

Namun khusus bagi Peserta NSPC 2016 – karena ketersediaan waktu dan kesempatan – Tim JAKATARUB menambahkan satu tempat ibadah lagi untuk dikunjungi di awal ekskursi. Pura Agung Wira Loka Natha di Cimahi menjadi rumah ibadah pertama yang dikunjungi, mengingat jaraknya yang cukup dekat dengan lokasi kamp peserta di Natural Hill, Lembang. Di pura tertua di Bandung Raya ini, rombongan diterima dan dipandu oleh Bapak I Ketut Nunas Harjana, ketua Dewan Pengurus Pura. Sejumlah pertanyaan terkait tradisi dan keyakinan Hindu dijawab dengan lugas sembari peserta pun mengunjungi bagian-bagian pura.

Selepas mengunjungi pura, peserta kemudian berkendara menuju Jalur Bhinneka. Dimulai dari Mesjid An-Nashir, yang berada di Jl. H Sapari, Astana Anyar. Pertemuan di mesjid ini dipandu oleh Maulana Rahmat Aziz yang merupakan Mubaligh bagi mesjid yang dikelola Jemaat Ahmadiyah Indonesia ini. Para peserta antusias menanyakan beberapa pertanyaan terkait Islam dan Ahmadiyah.

IMG_6811

Peserta NSPC di Kong Miao

Perjalanan  dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah ibadah Agama Tao. yaitu  Taokwan Mutiara Sinar Mulia yang berada di Jalan Cibadak. Tak jauh dari sana ada pula Kong Miao yang merupakan rumah Ibadah Umat Kong Hu Cu, sekaligus Sekretariat MATAKIN Bandung. Lewat momen inilah peserta mulai lebih peka membedakan serta menggali sejumlah kearifan agama-agama yang lekat dengan tradisi Tiongkok.

Vihara Darma Ramsi

Peserta NSPC 2016 berdiskusi mengenai Agama Buddha dengan Pengurus Vihara Dharma Ramsi.

Vihara Dharma Ramsi, rumah ibadah agama Budha dalam Tradisi Mahayana Tiongkok, jadi tujuan kunjungan berikutnya. Usai kunjungan dari vihara ini peserta kemudian dibagi dalam tiga kelompok. Mereka berpencar untuk mengunjugi empat rumah ibadah selanjutnya, yaitu Vihara Tanda Bhakti (tradisi Buddhisme yang menggunakan Tripitaka Pali), tempat ibadah SAKHHI (Hare Khrsna) dan Kompleks Klenteng Besar Bandung (klenteng tertua di Kota Bandung yang terdiri dari tiga vihara).

Terakhir peserta memungkaskan kunjungannya di Gereja Katolik St. Mikael di Jl. Waringin. Peserta pun kembali ke tempat awal diselenggarakannya NSPC 2016 di Natural Hill, Lembang. Hari yang diisi padat dengan jalan-jalan dan diskusi itu telah melahirkan pengalaman baru bagi peserta. Mereka mencicipi indahnya pengalaman langsung keberagaman, saat berani menjenguknya dalam ekskursi ini.

 

Oleh Rick Husen, Risdo MS
Penyunting akhir: Arom

 

Volunteer jakatarub Untuk divisi Media. suka sekali dengan Fotografi dan Membuat video. Bekejar paruh waktu sebagai Fotografer. Tinggal di Kota Bandung.