17
APR
2015

Membangun kesadaran Pluralisme dalam keberagaman

Peserta diskusi berfoto bersama

Peserta diskusi berfoto bersama

Dialog keimanan dianggap sangat penting untuk di masyarakat. Betapa banyak kesalahan pahaman atau misskonsepsi yang terjadi masyarakat. Hal inilah yang memicu konflik antar umat beragama. Hal tersebut dapat dihindari melalui sebuah dialog.

Sehingga Jakatarub memberikan kesempatan memperkenalkan diri Biara Ordo Sanctae Crucis (OSC) dengan mengadakan diskusi dengan tema Mengenal Keberagaman. Tujuan dari diadakannya diskusi ini adalah untuk saling mengal satu sama lainnya. Dimana rekan-rekan dari Ahmadiyah, Syiah, Baha’i dan Non Believer dapat berbicara tentang keyakinannya dan memperkenalkan diri masing-masing. Hal ini dimaksud agar tidak ada rasa curiga dari masing-masing keyakinan bisa terkikis habis.

Dalam forum tersebut ketua dari Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (Jakatarub), Wawan Gunawan menjelaskan tentang pluralisme yang menjadi pondasi kerukunan antar umat beragama.

“Namun, kita tidak menutup mata jika pluralisme masing dianggap tidak baik oleh sekelompok masyarkat,” tambahnya, Kamis (16/4).

Seperti yang dikatakan oleh Emha Ainun Najib, pluralisme adalah ketika seseorang dapat menambah keimannya ketika berada di tengah yang berbeda. Dapat diambil contoh tentang kambing yang harus diberlakukan seperti selayaknya kambing. Begitu juga dengan sapi. Ketika sapi berada di tengah-tengah kambing, sapi harus menjadi sapi.

”Suasana di biara seperti ini baru saya rasakan. Perkenalan yang baik di acara ini,” ucap Fahim dari agama Baha’i. Dirinya berharap peserta yang mengikuti acara seperti bisa lebih banyak.

Serupa dengan Fahim, Rudi Rinaldi, salah satu pengurus harian dari Jakatarub berharap semoga dari dialog seperti ini dapat menginspirasi kelompok-kelompok lainnya untuk berani menyelenggarakan dialog serupa.
Diskusi semakin lama semakin hangat, dimana rekan-rekan dari OSC dan Jakatarub untuk saling berbagi pengalaman. Baik suka dan duka. Dalam diskusi ini juga diharapkan akan dapat menumbuhkan cinta dan kasih diantara peserta.