23
SEP
2015

Malam Apresiasi Romo Mangun

Ayu Utami sedang berdiskusi dengan peserta

Ayu Utami sedang berdiskusi dengan peserta

Sabtu 19/09 kaum muda Paroki St. Laurentius Bandung, Komunitas Layar Kita dan Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB) menyelenggarakan acara bertajuk Malam Apresiasi Romo Mangun. Graha Prakasita St. Laurentius, Bandung menjadi tempat berlangsungnya acara yang mengusung kiprah dan pemikiran Romo YB Mangunwijaya ini. Selain menghadirkan novelis Ayu Utami sebagai pembicara utama, acara ini juga diisi oleh tampilan seni kreatif, termasuk pengerjaan mural langsung oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual Telkom University, Bandung.

Pembawa acara, Astri Oktia, menyatakan acara kreatif seperti ini sangat membantu kaum muda seperti dirinya untuk bisa menghayati kembali pemikiran tokoh-tokoh bangsa seperti Romo Mangun. Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati, Bandung ini merasa sangat puas bisa mengenal dan mempelajari pemikiran Romo Mangun karena langsung dilibatkan dalam penggaliannya. Ia meyakini hal yang sama juga dirasakan rekan-rekannya yang turut menyumbangkan karya seni di acara ini.

Beberapa peserta berfoto bersama narasumber

Beberapa peserta berfoto bersama narasumber

Bagi Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB) acara ini merupakan rangkain kedua dari Pengenalan Dua Belas Tokoh Perdamaian Indonesia. Menurut pengelola program JAKATARUB, Yunita, sejak 2014 mereka bersama para mitranya telah menyelenggarakan sejumlah acara dan sosialisasi kreatif demi mengangkat kiprah dan pemikiran tokoh perdamaian negeri ini(Gus Dur, Romo Mangun, Pdt. Eka, Ibu Gedong,dll).

Sejumlah kaum muda yang hadir juga merspon positif acara ini. “Sangat mewah dari segi kreativitas. Juga mendalam penghayatannya. Namun tetap dikemas dengan santai,” demikian pendapat Jasi salah satu peserta.

Suasana diskusi

Suasana diskusi

Kiprah dan pemikiran Romo Mangunwijaya memang sangat luas serta mencakup banyak bidang: teologi, arsitektur, sastra, budaya, isu soial, bahkan politik. Namun di atas semuanya, penghargaan beliau atas kemanusiaan dan kemajemukan, patut dijadikan contoh cemerlang. Semoga kaum muda kita senantiasa bisa menghayati-ulang kehidupan tokoh seperti beliau.