18
SEP
2014

Iman Yang Terlibat

Pergulatan membuat yang hidup tidak mati. Membuat yang hidup terus mengalami kebaharuan. Kebaharuan yang memampukan diri untuk menggali pengalaman keimanan yang begitu kaya yang tidak akan pernah habis dalam ketersediannya yang tidak terbatas.

Menuliskan refleksi seorang Dietrich Bonhoeffer adalah menuliskan bentuk pergulatan teologi dengan iman, hubungan manusia dengan Allah; bagaimana intensitas dan keterlibatan keimanan dengan Allah-nya itu mempengaruhi manusia dalam bersikap dan bertindak terhadap sesama dan seluruh ciptaan lain. Beriman dan berteologi akan selalu melibatkan diri dalam pengalaman kegelisahan, pergumulan, pergulatan, mempermasalahkan dan terus mencari, terlebih mengenai masalah-masalah kemanusian dan persoalan-persoalan sosial yang selalu muncul dan aktual. Teologi yang mempertanyakan bagaimanakah iman kita bergumul dengan persoalan kemanusiaan yang mengancam kehidupan? Dapatkah iman menggugah tindakan elit.

Berkiprah dan berkarya yang dimulai dari oingkungan teologis Kristen Protestan, Bonhoeffer adalah seorang pendeta yang terlibat begitu intens dalam perlawanannya menentang ideologi Nazisme dengan hegemoninya.

Ada kegelisahan Bonhoeffer sebelumnya yang membuat ia memutuskan untuk terjun berkiprah ke dalam dunia teologi. Saat perang terjadi, mengapa harus ada Tuhan yang berbeda bagi bangsa Perancis, Tuhan yang berbeda juga bagi bangsa Inggris, bagi bangsa Jerman; Tuhan yang berpihak hanya bagi sebagian umat-Nya? Adakah Tuhan bagi seluruh umat manusia? Apakah pencarian akan Tuhan yang berpihak bagi semua manusia itu bisa diperjuangkan melalui agama (yang secara institusi tidak bersifat menyeluruh)?

[Ping Setiadi – Keluarga Besar JAKATARUB]

(bersambung di blog penulis: http://mystupidmind-mystupidmind.blogspot.com/2014/02/pergulatan-membuat-yang-hidup-tidak-mati.html)

Leave a Reply

*

captcha *