02
APR
2016

Bertemu Majelis Khudammul Ahmadiyah Indonesia (MKAI)

Bertemu-MKAI

Kopi susu hangat dan bubur ayam menemani pertemuan antara beberapa pengurus Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB) dengan Majelis Khuddamul Ahmadiyah Indonesia (MKAI) di salah satu rumah makan di kawasan Jl. Dipatiukur, Bandung pada Senin (28/03). Pertemuan ini merupakan bentuk silaturahmi yang ingin dibina dalam rangka kerjasama menciptakan toleransi dan persaudaraan antar umat beragama.

MKAI merupakan salah satu dari lima organisasi besar dalam lingkup Jama’ah Muslim Ahmadiyah, yang anggotanya adalah pemuda kisaran usia 15-40 tahun. Organisasi ini terkenal dengan motto internasionalnya “A Nation cannot be reformed without the reformation of its youth”.  Di negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, organisasi ini dikenal dengan nama Ahmadiyya Muslim Youth Association.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut, selain membicarakan program kerjasama JAKATARUB dan MKAI, juga berseling dengan diskusi mengenai perkembangan Jama’ah Ahmadiyah di Indonesia.

Meski telah berada di Indonesia sejak 1925, Jama’ah Ahmadiyah hingga saat ini masih berjuang untuk mendapat tempat di masyarakat. Tak jarang anggota jama’ah terpaksa menyembunyikan statusnya untuk melindungi diri dan keluarga. Taufik, salah seorang anggota MKAI bercerita bahwa ia sempat merahasiakan identitasnya sebagai seorang Ahmadi ketika mengenyam pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Bandung. Hal ini dilakukannya karena ia khawatir atas respon yang akan didapat dari lingkungannya.

Apa yang dialami Taufik mungkin cukup banyak pula dialami oleh rekan-rekan minoritas lain. Namun yang menarik adalah Taufik, seperti banyak rekan Ahmadiyah lain, ternyata tidak berhenti sekedar berkeluh kesah membiarkan keadaan. Kawan-kawan yang bersahaja ini justru semakin gigih memperjuangkan perdamaian dan kemanusiaan. Hal yang malam ini turut mereka bagikan dalam pertemuan dengan Pengurus JAKATARUB.