18
SEP
2014

Azan Sunni di Tanah Syiah

Bintang sudah mewarnai langit Mashhad (Iran).

Saya berjalan-jalan di pasar, cari kudapan baru untuk menu makan malam. Tiba-tiba saya mendengar suara azan, sepotong-potong tapi tegas, singkat, dan jelas disampaikan.

Beda dengan cengkok azan Iran yang luar biasa rumitnya. Saya tambah tertarik karena ini sudah bukan lagi waktu azan. Dengan cepat saya menyimpulkan, ini pasti azan saudara Ahlusunnah. Ini azan Isya. Tapi ini kan di Mashhad? Di tempat ziarah orang-orang Syiah.

Saya mencari sumber suara azan itu. Akhirnya ketemu. Di tengah pasa ada masjid kecil. Di masjid itu, saya lihat satu saf Muslim Sunni sedang shalat Isya berjamaah. Nyaman, tenang, tenteram sampai akhir tanpa gangguan.

Saya salut. Di kota suci orang Syiah, saudaranya yang Sunni bisa leluasa beribadah sesuai mazhabnya. Ini toleransi yang baik.

Bukankah Islam, Sunni atau Syiah, adalah saudara seagama?

[Dikutip dari buku Kidung Angklung di Tanah Persia, hal.146]

Leave a Reply

*

captcha *